top of page

Seorang Anak Perempuan Hidup Lagi!
MATIUS 9:18, 23-26 MARKUS 5:22-24, 35-43 LUKAS 8:40-42, 49-56
SEORANG WANITA SEMBUH SETELAH MENYENTUH UJUNG BAJU YESUS
Kabar tentang kembalinya Yesus dari Dekapolis didengar oleh orang-orang Yahudi yang tinggal di pesisir barat-laut dari Laut Galilea. Kemungkinan, banyak dari mereka telah mendengar bahwa Yesus meredakan badai di laut dan mengusir roh-roh jahat. Jadi, banyak orang berkumpul di tepi laut, kemungkinan di Kapernaum, untuk menyambut kepulangan Yesus. (Markus 5:21) Ketika Yesus turun dari perahu, mereka langsung mendatangi dia.
Salah satu orang yang sangat ingin bertemu Yesus adalah Yairus, seorang ketua sinagoga. Dia sujud di kaki Yesus dan terus memohon, ”Anak perempuan saya yang masih kecil sakit parah. Tolong datang dan taruh tanganmu ke atasnya supaya dia sembuh dan tetap hidup.” (Markus 5:23) Anak itu adalah anak Yairus satu-satunya. Usianya baru 12 tahun. Yairus pasti sangat menyayanginya. Apakah Yesus akan menolong dia?—Lukas 8:42.
Itulah yang ada dalam pikiran rombongan orang yang mengikuti Yesus ke rumah Yairus. Mereka berharap bisa melihat Yesus melakukan mukjizat lagi. Namun, di antara kerumunan orang itu, ada seorang wanita yang hanya berharap penyakitnya yang parah bisa sembuh.
Wanita Yahudi ini sudah menderita pendarahan selama 12 tahun. Dia sudah pergi ke banyak tabib dan telah menghabiskan uangnya untuk berobat. Tapi, dia tidak kunjung sembuh, dan penyakitnya malah ”semakin parah”.—Markus 5:26.
Coba bayangkan, penyakitnya bukan hanya membuat dia lemah, tapi itu juga sesuatu yang sangat memalukan. Orang yang menderita penyakit ini biasanya malu bercerita kepada orang lain. Selain itu, menurut Hukum Musa, seorang wanita yang mengeluarkan darah dianggap najis. Orang yang menyentuh dia atau pakaiannya yang terkena noda darah harus mandi dan mencuci bajunya. Orang itu juga akan menjadi najis sampai matahari terbenam.—Imamat 15:25-27.
Wanita ini telah ”mendengar tentang Yesus”, dan sekarang dia mencari Yesus. Karena keadaannya yang najis, dia berjalan mengendap-endap di antara kerumunan orang itu untuk mendekati Yesus. Dia berkata dalam hati, ’Kalau aku menyentuh baju luarnya saja, aku akan sembuh.’ Ketika dia akhirnya menyentuh ujung pakaian Yesus, dia langsung merasakan pendarahannya berhenti! Dia ”telah sembuh dari penyakitnya yang menyedihkan”.—Markus 5:27-29.
Yesus bertanya, ”Siapa yang menyentuh saya?” Menurut Saudara, bagaimana perasaan wanita itu saat mendengarnya? Petrus mungkin merasa bahwa pertanyaan itu aneh, jadi dia menjawab, ”Di sekelilingmu ada banyak orang yang berdesak-desakan.” Jadi, mengapa Yesus bertanya seperti itu? Yesus menjelaskan, ”Ada yang menyentuh saya, karena saya tahu ada kuasa keluar dari diri saya.”—Lukas 8:45, 46.
Karena sadar bahwa tindakannya telah diketahui, wanita itu sujud di kaki Yesus. Dia gemetar ketakutan. Di depan semua orang, dia pun bercerita tentang penyakitnya dan bahwa dia baru saja sembuh. Yesus dengan lembut menenangkan dia, ”Anakku, imanmu sudah membuat kamu sembuh. Pergilah dengan damai. Penyakitmu yang menyedihkan itu sudah sembuh.”—Markus 5:34.
Jelaslah, Raja yang Allah tunjuk untuk memerintah bumi ini sangat peduli kepada manusia. Tapi selain berbelaskasihan, dia juga sanggup membantu mereka!

Mereka lalu pergi ke rumah Yairus. Di sana, keadaannya sangat ramai. Orang-orang menangis meraung-raung dan memukuli diri karena berduka. Yesus masuk ke dalam rumah lalu mengatakan sesuatu yang mengejutkan, ”Anak ini tidak mati, tapi sedang tidur.” (Markus 5:39) Mendengar itu, orang-orang menertawai Yesus. Mereka tahu anak itu sudah mati. Tapi dengan kuasa dari Allah, Yesus akan membuktikan bahwa orang mati bisa dihidupkan kembali, seperti dibangunkan dari tidur pulas.
Yesus sekarang menyuruh semua orang keluar, kecuali Petrus, Yakobus, Yohanes, dan Yairus serta istrinya. Bersama lima orang itu, Yesus masuk ke tempat anak itu dibaringkan. Dia memegang tangan anak itu lalu berkata, ”’Talita kumi,’ yang kalau diterjemahkan berarti: ’Gadis kecil, saya katakan kepadamu, bangunlah!’” (Markus 5:41) Saat itu juga, anak itu bangun dan berjalan. Bayangkan betapa bahagianya Yairus dan istrinya! Untuk menunjukkan bahwa anak itu benar-benar hidup, Yesus menyuruh agar anak itu diberi makan.
Ini adalah kebangkitan kedua yang Yesus lakukan yang dicatat di Alkitab. Seperti biasa, Yesus meminta agar mukjizatnya tidak diceritakan ke mana-mana. Namun, orang tua anak itu maupun yang lainnya memberitahukan kejadian tersebut ”ke seluruh daerah itu”. (Matius 9:26) Kalau Saudara melihat orang yang Saudara sayangi dibangkitkan, bukankah Saudara juga akan menceritakannya ke mana-mana?
-
Kabar apa yang Yairus dengar, dan apa yang Yesus katakan untuk menghibur Yairus?
-
Saat Yesus sampai di rumah Yairus, bagaimana keadaan di sana?
-
Mengapa Yesus berkata bahwa putri Yairus sedang tidur?
bottom of page