top of page

Selamat datang di PENDALAMAN IMAN

Pendalaman iman secara online adalah penambahan pengetahuan tentang Yesus Kristus dalam Kitab Suci Injil Perjanjian Baru, sebagai persembahan dari Wilayah Maria Bunda Karmel, Paroki Katedral, Keuskupan Denpasar.

DRAFT_001.jpg

Pendalaman Iman Katolik adalah sebuah wadah untuk mendalami ajaran dan kehidupan iman Katolik. Kami menyediakan beragam materi dan sumber belajar yang dapat membantu umat Katolik dalam memahami dan memperdalam iman mereka.

abc.jpeg

INJIL YOHANES

RINGKASAN INJIL YOHANES

Injil Yohanes dimulai dengan mengumumkan bahwa Firman Allah, yang menjadikan segala sesuatu menjadi ada, menjadi manusia di dalam Yesus dari Nazaret. Dalam pelayanannya, Yesus mengungkapkan kuasa Tuhan dengan melakukan tujuh mukjizat, antara lain mengubah air menjadi anggur, menyembuhkan orang sakit, dan membangkitkan orang mati. Dalam khotbahnya ia memperkenalkan dirinya sebagai roti hidup, terang dunia, dan gembala yang baik. Melalui penyaliban-Nya, Yesus menyerahkan nyawa-Nya, memberikan kasih Allah kepada dunia. Dengan bangkit dari kematian, Ia menunjukkan bahwa mereka yang percaya kepada-Nya mempunyai hidup yang kekal.

JADI APA?

Injil Yohanes menyajikan kepada pembaca gambaran Yesus yang menarik sekaligus mendalam. Dengan mengidentifikasi Yesus sebagai terang dunia dan gembala yang baik, Injil memberi pembaca cara yang mudah untuk mulai berpikir tentang siapa Yesus, sekaligus mengajak mereka untuk menyelami lebih dalam, sehingga pembaca terus bertumbuh dalam pemahaman mereka tentang siapa Yesus dan apa artinya. untuk berhubungan dengan Tuhan melalui dia. Tujuan Injil adalah agar manusia mempunyai iman, dan iman adalah suatu hubungan kepercayaan kepada Allah dan Yesus Kristus. Manusia diciptakan untuk memiliki hubungan dengan Tuhan, dan ketika Injil menceritakan kisah Yesus dengan cara yang menarik, Injil membantu membawa manusia ke dalam hubungan tersebut, yaitu kehidupan sejati.

DIMANA SAYA MENEMUKANNYA?

Injil menurut Yohanes adalah kitab keempat dalam Perjanjian Baru.

SIAPA YANG MENULISNYA?

Injil Yohanes didasarkan pada kesaksian “murid yang dikasihi Yesus” (Yohanes 21:20-25). Injil tidak mengidentifikasi murid ini berdasarkan namanya. Banyak penulis Kristen mula-mula mengira dia adalah Yohanes putra Zebedeus, meskipun banyak pakar akhir-akhir ini menyimpulkan bahwa identitas murid yang dikasihi itu masih belum diketahui.

KAPAN DITULIS?

Injil Yohanes mungkin selesai sekitar tahun 90 M, setelah kematian murid yang dikasihinya (Yohanes 21:20-25). Meskipun Yohanes secara tradisional dikatakan sebagai Injil terakhir yang diselesaikan, mungkin tidak lebih lama dari Injil Matius dan Lukas.

APA ITU?

Injil Yohanes ditulis agar orang-orang percaya bahwa Yesus adalah Mesias dan Anak Allah, yang memberi manusia anugerah hidup kekal melalui kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya (Yohanes 20:30-31).

BAGAIMANA SAYA MEMBACANYA?

Injil Yohanes dimulai dengan pendahuluan puitis yang menempatkan kisah Yesus dalam kisah Firman Allah yang lebih luas. Perkataan adalah suatu bentuk komunikasi, dan ketika Yohanes menceritakan kisahnya, perkataan itu menekankan cara-cara Allah berbicara kepada dunia melalui Yesus. Pembaca akan menemukan bahwa Yesus menyampaikan kehendak Allah melalui kata-kata yang Ia ucapkan, melalui mukjizat yang Ia lakukan, melalui kematian-Nya dalam kasih terhadap orang lain, dan dengan bangkit ke dalam kehidupan. Kisah Injil terjadi di bumi, namun intinya adalah cara Allah diperkenalkan kepada orang-orang di dunia.
GARIS BESAR INJIL YOHANES

1. Pelayanan Umum Yesus (Yohanes 1:1-12:50)
Yesus, Firman Tuhan yang menjadi manusia, mewujudkan kemuliaan Tuhan saat Dia memanggil murid-muridnya, melakukan tanda-tanda, menyembuhkan, dan mengajar.

A. Prolog (Yohanes 1:1-18)
Firman Tuhan, yang menjadikan segala sesuatu menjadi ada, menjadi daging dalam diri Yesus dari Nazaret.

B. Panggilan Murid Pertama (Yohanes 1:19-51)
Yohanes Pembaptis memberikan kesaksian tentang Yesus sebagai Anak Domba Allah, mendorong para pengikutnya untuk datang kepada Yesus. Murid-murid mula-mula ini segera memperkenalkan Yesus kepada orang lain.

C. Pernikahan di Kana dan Pembersihan Bait Suci (Yohanes 2:1-25)
Yesus melakukan mukjizat atau “tanda” pertamanya pada sebuah pernikahan di Kana di Galilea, mengungkapkan kemuliaan ilahi, kemudian mengusir para pedagang di Bait Suci Yerusalem, yang menunjukkan bahwa di masa depan tubuhnya yang disalib dan bangkit akan menjadi pusat ibadah.

D. Yesus dan Nikodemus (Yohanes 3:1-21)
Nikodemus, seorang guru dan penguasa Yahudi, menemui Yesus pada malam hari dan menjadi bingung ketika Yesus berbicara tentang kelahiran baru.

E. Yohanes Pembaptis dan Yesus (Yohanes 3:22-36)
Yohanes Pembaptis menyebut Yesus sebagai mempelai laki-laki, yaitu yang membawa manusia ke dalam hubungan sejati dengan Tuhan, sedangkan Yohanes Pembaptis hanyalah seorang asisten, seperti pendamping pengantin.

F. Yesus dan Wanita Samaria (Yohanes 4:1-42)
Yesus bertemu dengan seorang wanita Samaria di dekat sebuah sumur dan menceritakan kepadanya tentang karunia air hidup, yang membawa manusia ke dalam kehidupan sejati bersama Tuhan.

G. Menyembuhkan Anak Pejabat (Yohanes 4:43-54)
Seorang pejabat melakukan perjalanan untuk meminta Yesus menyembuhkan putranya dan setelah kembali ke rumah, dia menemukan bahwa putranya sudah sembuh pada saat Yesus berbicara.

H. Menyembuhkan Orang Pincang di Betesda (Yohanes 5:1-47)
Yesus menyembuhkan orang lumpuh di kolam Betesda pada hari Sabat, lalu menjelaskan bahwa ia memberikan kehidupan pada hari Sabat sama seperti Tuhan memberikan kehidupan setiap hari dalam seminggu.

I. Memberi Makan Lima Ribu Orang dan Berjalan di Laut (Yohanes 6:1-21)
Yesus memberi makan lima ribu orang dengan roti dan ikan, lalu melarikan diri ketika mereka ingin memaksanya menjadi raja. Ketika murid-muridnya berangkat ke laut dengan perahu, dia mendatangi mereka, meyakinkan mereka akan kehadirannya dengan kata-kata “Akulah” (diterjemahkan “Ini adalah Aku” dalam NRSV), yang menggemakan nama Tuhan.

J. Ceramah Roti Hidup (Yohanes 6:22-71)
Setelah memberi makan lima ribu orang, Yesus memperkenalkan diri-Nya sebagai roti sejati, yang Allah berikan kepada dunia untuk membawa kehidupan kekal.

K. Perdebatan tentang Identitas Yesus (Yohanes 7:1-52)
Yesus pergi ke kuil di Yerusalem pada Hari Raya Pondok Daun dan mengumumkan bahwa Dia adalah seorang guru sejati, karena Dia mengajarkan apa yang telah Dia terima dari Tuhan, dan bahwa Dia adalah pemberi air hidup.

L. Wanita yang Tertangkap Berzinah (Yohanes 7:53-8:11)
Kisah ini tidak muncul dalam manuskrip Injil yang paling awal, namun dicetak di sebagian besar Alkitab. Seorang wanita tertangkap basah melakukan perzinahan dan dibawa kepada Yesus untuk diadili, namun Yesus meminta agar orang yang tidak berdosa melemparkan batu pertama ke arahnya – menyinggung fakta bahwa semua orang telah berdosa dengan memilih dia untuk dihukum sementara membiarkan pria yang berzina itu bebas. yang tidak adil.

M. Terang Dunia (Yohanes 8:12-59)
Dengan mengidentifikasi dirinya sebagai terang dunia, Yesus menunjukkan identitasnya sebagai Mesias dan sebagai Tuhan, karena Tuhan pada umumnya diasosiasikan dengan terang. Perdebatan berikutnya mencakup tantangan tajam terhadap Yesus, dan pada akhirnya massa mencoba melemparinya dengan batu karena menganggap klaimnya menghujat.

N. Menyembuhkan Orang yang Buta Sejak Lahir (Yohanes 9:1-41)
Dengan menyembuhkan seorang pria yang buta sejak lahir, Yesus menunjukkan bahwa dia adalah terang dunia, dan pria tersebut terus mendapatkan pencerahan tentang identitas Yesus yang sebenarnya.

O. Ceramah Gembala yang Baik (Yohanes 10:1-42)
Yesus mengidentifikasi diri-Nya sebagai pintu gerbang atau pintu yang melaluinya manusia menemukan kehidupan bersama Allah dan gembala yang baik yang memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.

P. Yesus Kebangkitan dan Kehidupan (Yohanes 11:1-57)
Ketika temannya Lazarus meninggal, Yesus berkata kepada Marta, “Akulah kebangkitan dan hidup,” lalu menunjukkan kuasa-Nya dengan menghidupkan kembali Lazarus. Namun, pihak berwenang Yahudi menjadi khawatir dengan popularitasnya dan memutuskan untuk membunuh pemberi kehidupan tersebut.

Q. Maria Mengurapi Kaki Yesus (Yohanes 12:1-8)
Maria, saudara perempuan Lazarus, menuangkan minyak narwastu yang mahal ke kaki Yesus, sehingga Yudas berkeberatan karena minyak urapan itu terbuang percuma, namun Yesus menunjukkan bahwa hal itu menandakan kematian dan penguburannya yang akan datang.

R. Mendekati Yerusalem (Yohanes 12:9-26)
Saat Yesus mendekati Yerusalem, orang banyak melambai-lambaikan daun palem dan memuji Dia sebagai raja, namun Yesus menunjukkan bahwa kemuliaan-Nya adalah seperti sebutir benih yang jatuh ke dalam tanah dan mati sebelum menghasilkan buah.

S. Akhir Pelayanan Yesus di Depan Umum (Yohanes 12:27-50)
Yesus memberi tahu orang banyak pada hari Minggu Palma tentang dirinya yang “diangkat”, yang berarti penyaliban-Nya, namun orang banyak tidak dapat memahami hal ini, sehingga Yesus pergi dan bersembunyi dari mereka.

2. Perjamuan Terakhir (Yohanes 13:1-17:26)
Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya untuk menunjukkan kasih-Nya dan sebagai pertanda kematian-Nya, berbicara tentang kembalinya Dia kepada Bapa dan datangnya Roh Kudus, kemudian berdoa bagi para pengikut-Nya dan mereka yang percaya karena kesaksian mereka.

A. Membasuh Kaki Para Murid (Yohanes 13:1-17)
Pada jamuan makan terakhirnya bersama para murid, Yesus berperan sebagai budak dan membasuh kaki murid-muridnya untuk menunjukkan kasih-Nya kepada mereka, memberi mereka perintah untuk melayani orang lain dengan cara yang sama.

B. Kepergian Pengkhianat (13:18-38)
Yesus mengumumkan bahwa salah satu murid akan mengkhianatinya, memberikan Yudas sepotong roti untuk mengidentifikasi dia. Yudas kemudian berangkat ke malam hari.

C. Kepergian dan Kembalinya Yesus (Yohanes 14:1-14)
Pada Perjamuan Terakhir para murid merasa terganggu dengan pengumuman Yesus tentang kembalinya Dia kepada Bapa, dan Dia meyakinkan mereka dengan mengatakan bahwa Dia akan menyiapkan tempat bagi mereka di banyak ruangan di rumah Bapa-Nya.

D. Kedatangan Roh (Yohanes 14:15-31)
Yesus memberi tahu murid-murid-Nya bahwa Dia tidak akan meninggalkan mereka tetapi akan mengirimkan kepada mereka Roh, atau Pembela, yang akan menyertai mereka selamanya, memampukan mereka untuk memahami sepenuhnya makna dari apa yang telah Yesus berikan kepada mereka.

E. Pokok Anggur dan Rantingnya (Yohanes 15:1-27)
Yesus adalah pokok anggur sejati, yang di dalamnya para murid menemukan kehidupan, dan dengan tinggal di dalam Dialah mereka mampu menghasilkan buah kasih, meskipun ada tentangan dari dunia.

F. Pekerjaan Roh (Yohanes 16:1-33)
Setelah Yesus kembali kepada Bapa, Roh akan terus menghadapi ketidakpercayaan dunia, sambil membimbing para murid dalam kebenaran, sehingga memuliakan Yesus.

G. Doa Yesus pada Perjamuan Terakhir (Yohanes 17:1-26)
Di akhir Perjamuan Terakhir, Yesus berdoa agar Tuhan memuliakan dia, agar Tuhan menjaga para pengikut Yesus saat mereka diutus ke dunia sebagai saksi, dan agar Tuhan mengikat komunitas beriman menjadi satu.


3. Sengsara dan Kebangkitan (Yohanes 18:1-21:25)
Yesus ditangkap, diinterogasi oleh para pemimpin Yahudi dan Pilatus gubernur Romawi, kemudian disalib dan dimasukkan ke dalam kuburan. Bangkit dari kematian, dia menampakkan diri kepada Maria Magdalena, Tomas, dan murid-murid lainnya di Yerusalem dan di tepi Laut Galilea.

A. Penangkapan Yesus (Yohanes 18:1-11)
Yesus pergi ke sebuah taman, di mana tentara Yahudi dan Romawi berusaha menangkapnya, tetapi Yesus tidak pergi bersama mereka sampai dia berhasil membebaskan murid-muridnya.

B. Dengar Pendapat di hadapan Penguasa Yahudi (Yohanes 18:12-27)
Yesus dibawa ke Hanas, seorang imam besar, di mana dia ditanyai tentang ajarannya, dan, karena Yesus tidak menyangkal apa pun, Petrus berdiri di luar dan berulang kali menyangkal bahwa dia adalah murid Yesus.

C. Audiensi di hadapan Pontius Pilatus (Yohanes 18:28-19:16)
Pilatus, gubernur Romawi, mempertanyakan Yesus tentang kedudukan dan kekuasaan sebagai raja, dan meskipun dia mengakui bahwa Yesus tidak bersalah, dia menyerahkan Yesus untuk disalib, menunjukkan bahwa Pilatus sendiri tidak berdaya untuk mengikuti kebenaran.

D. Penyaliban (Yohanes 19:17-42)
Ketika Yesus disalib, ia menitipkan ibunya kepada murid kesayangannya, kemudian meminum anggur asam dan menyatakan bahwa pekerjaannya telah selesai, sehingga ia mati sebagai anak domba Paskah, menghapus dosa dunia.

E. Di Kubur yang Kosong (Yohanes 20:1-18)
Maria Magdalena menemukan kubur yang kosong dan menyimpulkan bahwa seseorang mencuri tubuh Yesus, namun ia mengenali Yesus yang telah bangkit ketika Yesus memanggil namanya.

F. Penampakan kepada Para Murid (Yohanes 20:19-31)
Yesus yang telah bangkit menampakkan diri kepada para murid, memberi mereka Roh, dan seminggu kemudian menampakkan diri kepada Tomas, mengucapkan berkat bagi mereka yang percaya tanpa melihat.

G. Banyaknya Hasil Tangkapan Ikan (Yohanes 21:1-14)
Yesus yang telah bangkit menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di tepi Danau Galilea, memberikan kuasa kepada mereka untuk membawa sejumlah besar ikan sebagai tanda bahwa kesaksian mereka akan membawa banyak orang kepada Kristus.

H. Petrus dan Murid Terkasih (Yohanes 21:15-25)
Petrus telah menyangkal Yesus, namun kini mengaku tiga kali bahwa ia mengasihi Yesus, dan Yesus mengarahkan dia untuk memberi makan kawanan orang percaya, bahkan ketika murid yang dikasihi itu akan menjadi saksi khusus yang kesaksiannya terpelihara dalam Injil Yohanes.
LATAR BELAKANG INJIL YOHANES

Injil Yohanes disusun dalam konteks dimana identitas Yesus diperdebatkan. Beberapa orang menganggap klaim bahwa Yesus adalah Mesias dan Anak Allah tidak sesuai dengan tradisi Yahudi, sehingga menimbulkan perselisihan antara umat Kristen dan anggota sinagoga yang tidak sependapat (Yohanes 9:24-34). Persoalan utama dalam perdebatan ini adalah apakah Yesus benar-benar berasal dari Allah atau apakah pernyataannya sebagai satu dengan Allah merupakan penghujatan (10:30-33). Oleh karena itu, Injil menekankan bahwa Yesus bekerja selaras dengan Allah dengan memberikan kehidupan kepada manusia seperti yang dilakukan Sang Pencipta. Oleh karena itu, Yesus mengungkapkan kebenaran tentang hubungannya dengan Tuhan ketika dia menggunakan nama ilahi “Akulah” untuk dirinya sendiri. Pengalaman konflik tercermin dalam perhatian Injil terhadap pertanyaan tentang identitas Yesus. Injil memungkinkan pembaca untuk mendengar orang-orang menentang klaim Yesus dan mendengarkan jawaban Yesus. Ada diskusi yang intens mengenai apa artinya bersaksi dengan benar dan menghakimi dengan penilaian yang benar. Pengalaman konflik membantu membentuk Injil yang berkomitmen penuh terhadap pertanyaan tentang kebenaran (8:32; 14:6).

Pada saat yang sama, komunitas Kristen telah menjadi lebih beragam secara etnis pada saat Injil ini ditulis, termasuk sekarang orang-orang yang berlatar belakang Yahudi, Samaria, dan Yunani (1:35-51; 4:39-42; 12:20-21 ). Perbedaan antara orang Yahudi dan orang bukan Yahudi memudar ketika Injil berbicara secara luas tentang pertentangan yang datang dari “dunia” (15:18) dan kasih Allah terhadap “dunia” (3:16). Untuk mengkomunikasikan identitas Yesus kepada pembaca yang lebih luas, Injil menggunakan bahasa yang dapat diakses secara luas. Yesus diidentifikasi sebagai roti hidup, terang dunia, gembala yang baik, dan pokok anggur sejati – sebuah gambaran yang berakar dalam Kitab Suci Israel namun menarik pembaca yang beragam. Hal ini membantu Injil tetap menjadi buku yang menarik bagi pembaca saat ini.
PERIHAL PENDAHULUAN DI DALAM INJIL YOHANES

Murid terkasih
Salah satu tokoh paling misterius dalam Injil Yohanes adalah murid yang dikasihi Yesus. Murid ini muncul di samping Yesus pada Perjamuan Terakhir dan di kaki salib (13:23; 19:26). Dia mengunjungi kubur yang kosong dan mengenali Yesus yang telah bangkit di tepi Laut Galilea (20:2-10; 21:7). Secara tradisional, murid yang dikasihi diidentifikasi sebagai rasul Yohanes, putra Zebedeus. Meskipun demikian, Injil tidak pernah menyebutkan nama murid ini, sehingga sulit untuk mengidentifikasi dia dengan pasti. Kesaksian murid terkasih ini terpelihara dalam Injil Yohanes, meskipun Injil tampaknya selesai setelah kematiannya. Bab terakhir mengasumsikan bahwa murid yang dikasihi telah meninggal (21:20-23). Yang paling penting bukanlah identitas murid tersebut, namun kesaksian yang ia berikan mengenai Yesus.

Kronologi pelayanan Yesus
Urutan peristiwa dalam Injil Yohanes berbeda dengan Injil lainnya. Pembersihan bait suci terjadi dalam Yohanes 2 dan bukan pada akhir pelayanan Yesus, dan Yesus disalibkan pada hari sebelum perjamuan Paskah, bukan pada hari setelah perjamuan Paskah, seperti dalam Injil lainnya. Ada yang beranggapan bahwa ketiga Injil pertama selalu mempertahankan urutan peristiwa yang benar dan Yohanes mengubahnya. Sebaiknya kita mengakui bahwa keempat Injil melestarikan tradisi sejarah, namun masing-masing menceritakan kisah Yesus dengan cara yang berbeda. Dari sudut pandang sejarah, banyak orang berpikir kemungkinan besar Yesus menyucikan bait suci pada akhir pelayanannya, bukan pada awal pelayanannya, seperti yang dikatakan Yohanes. Namun banyak juga yang menganggap masuk akal untuk berpikir bahwa penempatan penyaliban oleh Yohanes pada hari sebelum Paskah adalah akurat secara historis.

Pemenuhan Kitab Suci
Injil Yohanes terkadang mengatakan bahwa sesuatu dalam pelayanan Yesus dilakukan “untuk menggenapi Kitab Suci.” Yang mengejutkan adalah bahwa ayat-ayat Perjanjian Lama yang dikutip jarang terdengar seperti nubuatan yang bersifat prediksi. Misalnya, Yesus mengatakan bahwa lawan-lawannya menggenapi Kitab Suci yang mengatakan, “Mereka membenci Aku tanpa alasan,” sesuatu yang juga dialami orang lain (Yohanes 15:25; Mazmur 35:19). Dalam Injil Yohanes, penggenapan Kitab Suci sering kali berarti bahwa sesuatu menyingkapkan makna Kitab Suci secara utuh. Dalam kasus yang baru saja disebutkan, menentang Anak Allah menunjukkan betapa besarnya kebencian manusia. Kutipan Kitab Suci membantu menunjukkan makna sesuatu, bukan sekadar berfungsi sebagai prediksi yang menjadi kenyataan.

Penyaliban Yesus
Kisah Yohanes tentang penyaliban dalam beberapa hal berbeda dengan kisah-kisah Injil lainnya. Injil Markus, misalnya, menceritakan kegelapan dan ejekan seputar kematian Yesus dan mencatat kata-kata terakhirnya sebagai, “Ya Tuhan, Tuhanku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” Sebaliknya, Yohanes menceritakan tentang Yesus yang mempercayakan ibunya untuk merawat murid yang dikasihinya dan mengatakan bahwa kata-kata terakhirnya adalah, “Sudah selesai.” Catatan Yohanes mungkin tidak membahas tentang kebrutalan penyaliban, namun ia mempertimbangkan kenyataan yang menyakitkan. Yohanes bercerita tentang Yesus yang dicambuk, dipaksa memikul salib-Nya di depan umum, dan lambung-Nya ditusuk dengan tombak. Karena para pembaca Yohanes pasti memahami betapa mengerikannya proses tersebut, Injil tidak menekankan hal itu. Sebaliknya, kisah ini diceritakan dengan cara yang membantu mengungkap makna penyaliban sebagai anugerah cinta ilahi.

Kemanusiaan dan keilahian Yesus
Injil Yohanes memberikan perhatian khusus pada keilahian Yesus, dengan menyamakan Dia dengan Firman yang ada bersama Allah dan adalah Allah (1:1). Dalam percakapan, Yesus menyebut dirinya “Akulah”, menggemakan nama Allah yang diberikan dalam Keluaran 3:14, dan bahkan berkata, “Bapa dan Aku adalah satu” (10:30). Pada saat yang sama, Injil juga dengan jelas menyatakan bahwa Yesus adalah manusia, karena di dalam Dia Firman Allah menjadi “manusia” (1:14). Yesus menjadi lelah dan gelisah; dia menangis dan mati (4:6; 11:35; 13:21; 19:30). Penulis Injil tidak perlu menekankan kemanusiaan Yesus, karena semua orang menganggapnya sebagai hal yang wajar, namun ia harus berargumentasi bahwa Yesus benar-benar berasal dari Tuhan dan merupakan perwujudan Firman Tuhan, karena itulah isu yang diperdebatkan. Saat membaca Injil, penting untuk diingat bahwa kemanusiaan Yesus diasumsikan di sepanjang cerita.

Orang-orang Yahudi
Injil Yohanes sering menyebut lawan-lawan Yesus sebagai “orang-orang Yahudi,” yang dapat memberikan kesan bahwa Injil berbicara negatif tentang orang-orang Yahudi secara umum. Meskipun demikian, jelas bahwa Yesus sendiri adalah orang Yahudi. Yesus disebut seorang rabi dan dia mengajar di sinagoga dan kuil (1:38; 18:20). Karena Yesus adalah orang Yahudi dan membawa keselamatan, Ia dapat mengatakan bahwa keselamatan berasal dari orang Yahudi (4:22). Jelas juga bahwa banyak pengikutnya adalah orang Yahudi, yang mengetahui Kitab Suci Yahudi (1:45). Menurut Injil, sebagian orang Yahudi memberikan tanggapan positif terhadap Yesus dan sebagian lainnya tidak. Hal ini juga berlaku bagi orang non-Yahudi, karena sebagian orang Yunani ingin bertemu Yesus, sedangkan orang Romawi seperti Pilatus memerintahkan agar Yesus dibunuh (12:20; 19:10).

Perjamuan Tuhan
Injil lain dan 1 Korintus mengatakan bahwa pada malam pengkhianatannya, Yesus memberikan roti dan anggur kepada murid-muridnya, sambil berkata, “Inilah tubuhku,” dan, “Inilah darahku.” Inilah yang disebut dengan istilah institusi. Injil Yohanes tidak memasukkan hal ini dalam kisah Perjamuan Terakhir tetapi berfokus pada Yesus yang membasuh kaki para murid. Sebelumnya dalam Yohanes, Yesus menyebut diri-Nya sebagai roti hidup, dan berbicara tentang orang-orang yang memakan daging dan darah-Nya (Yohanes 6:32-35, 48-58). Banyak yang beranggapan ini menyinggung kata institusi, karena temanya mirip. Ada pula yang berpendapat bahwa hal ini tidak benar, dan menafsirkan ayat ini sebagai cara yang jelas untuk berbicara tentang percaya kepada Kristus yang disalib.

Perspektif pasca Paskah
Injil Yohanes menceritakan kisah kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus dari perspektif pasca Paskah. Injil bukan sekedar catatan tentang apa yang Yesus katakan dan lakukan, namun sebuah catatan yang mencakup wawasan dari masa setelah kebangkitan Yesus. Dalam kisah pembersihan bait suci, Yesus berbicara tentang bait suci yang dihancurkan dan dibangun kembali. Injil mengatakan bahwa para murid pada mulanya tidak memahami hal ini, namun kemudian menyadari bahwa yang dimaksud Yesus adalah Bait Suci Tubuh-Nya, yang akan disalibkan dan dibangkitkan (Yohanes 2:18-22). Demikian pula, mereka tidak memahami apa artinya Yesus menunggangi keledai menuju Yerusalem, namun setelah kebangkitan-Nya mereka memahaminya berdasarkan ayat-ayat Perjanjian Lama tentang seorang penguasa Israel yang datang dengan seekor keledai (Yohanes 12:14-16; Zakharia 9:9). Pemahaman selanjutnya ini disertakan untuk membantu pembaca memahami makna dari apa yang Yesus katakan dan lakukan.

Melihat dan percaya
Di akhir Injil Yohanes, seorang murid bernama Tomas menuntut bukti kebangkitan Yesus, dan ketika Yesus menampakkan diri kepadanya, Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang tidak melihat, namun percaya.” Melihat mukjizat atau penampakan kebangkitan bukanlah dasar yang diperlukan untuk beriman. Murid-murid pertama mengikuti Yesus ketika mereka mendengar orang lain berbicara tentang dia. Belakangan, mereka menanggapi mukjizat dengan baik, namun mukjizat bukanlah dasar iman mereka. Terlebih lagi, Injil menyadari bahwa orang mudah salah memahami makna mukjizat. Misalnya, Yesus menyembuhkan orang buta pada hari Sabat, yang mengungkapkan kuasa Allah, namun banyak yang berpendapat bahwa melakukan hal ini melanggar hukum Allah dan menunjukkan bahwa Yesus adalah orang berdosa. Melihat tidak menjamin percaya.
TEMA TEOLOGIS DALAM INJIL YOHANES

Percaya
Tujuan Injil Yohanes adalah agar orang-orang percaya bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah, dan dengan percaya mereka dapat mempunyai hidup dalam nama-Nya (20:30-31). Di sepanjang Injil, perkataan dan tindakan Yesus dirancang untuk menghasilkan iman.

Kejayaan
Secara sederhana kemuliaan adalah kehormatan yang diterima manusia dari orang lain (12:43), namun dalam arti yang lebih utuh kemuliaan adalah penyingkapan kuasa dan kehadiran ilahi. Yesus menyatakan kemuliaan ilahi melalui karya kuasa (2:11) dan dengan menyerahkan nyawa-Nya, yang menyatakan kemuliaan kasih ilahi (12:23-25). Setelah kebangkitannya, Yesus melanjutkan kemuliaan surgawinya dan menyiapkan tempat bagi para pengikutnya untuk ikut ambil bagian di dalamnya (17:1, 24).

Yesus sebagai Mesias
Mesias atau “yang diurapi” diharapkan menjadi seorang raja, yang akan memerintah umat Allah. Harapan akan Mesias tumbuh dari janji Allah bahwa pewaris takhta Daud akan mempunyai kerajaan abadi (2 Samuel 7:12-13). Yohanes menyatakan bahwa Yesus adalah pribadi yang di dalam dirinya janji-janji Allah digenapi.

Yesus sebagai Anak Allah
Ungkapan Anak Allah dikaitkan dengan kedudukan sebagai raja dalam Perjanjian Lama (2 Samuel 7:13-14; Mazmur 2:7-8). Dalam Injil Yohanes, hal ini juga menunjukkan asal usul Yesus di surga. Dia adalah Anak Tuhan karena dia datang dari Tuhan dan mewujudkan kuasa dan kehadiran Tuhan.

Keputusan
Manusia berada di bawah penghakiman Tuhan karena menolak Kristus yang diutus Tuhan. Sebaliknya, mereka memperoleh kehidupan dengan beriman, karena iman adalah cara manusia berhubungan secara benar dengan Tuhan. Injil Yohanes terkadang berbicara tentang penghakiman terakhir di akhir zaman (5:28-29) namun juga mengatakan bahwa penghakiman sudah terjadi ketika orang menolak untuk percaya.

Kehidupan dan kehidupan kekal
Manusia mempunyai kehidupan di satu sisi selama mereka masih hidup secara fisik, namun kehidupan sejati hanya ditemukan dalam hubungan dengan Tuhan. Iman adalah sarana untuk hidup karena melalui iman manusia berhubungan dengan Tuhan yang menciptakan mereka. Kehidupan ini disebut kehidupan kekal karena merupakan kehidupan dalam hubungan dengan Allah yang kekal (17:3). Kehidupan sekarang dimulai dengan iman dan berlanjut setelah kematian melalui kuasa kebangkitan (5:24; 11:25-26).

Kasih
Kasih terhadap dunia adalah alasan Allah mengutus Yesus ke dunia (3:16). Yesus sebaliknya menunjukkan kasih kepada orang lain dengan membasuh kaki murid-muridnya dan akhirnya menyerahkan nyawanya (13:1; 15:13). Kasih yang Yesus berikan kepada sesama merupakan sumber dan norma kehidupan umat Kristiani, yang dibentuk oleh perintah untuk saling mengasihi sebagaimana Yesus telah mengasihi mereka (13:34).

Setan
Setan juga disebut iblis, si jahat, dan penguasa dunia ini (8:44; 12:31; 13:2; 14:30; 16:11; 17:5). Injil Yohanes memahami bahwa kuasa kejahatan bekerja melalui penipuan, kebencian, dan kematian. Oleh karena itu, Yesus mengalahkan si jahat dengan kebenaran, kasih, dan karunia kehidupan.

Tanda-tanda
Tanda adalah sesuatu yang menunjukkan melampaui dirinya sendiri. Tindakan mukjizat yang dilakukan Yesus disebut “tanda” karena menunjukkan lebih dari itu, yaitu kuasa dan kehadiran Allah (2:11).

Dosa
Pada tingkat yang paling mendasar, dosa adalah putusnya hubungan dengan Allah, dan hal ini pada gilirannya dinyatakan dalam tindakan berdosa terhadap orang lain. Lawan dari dosa adalah iman. Oleh karena itu, mengidentifikasi dosa sebagai ketidakpercayaan adalah cara lain untuk mengatakan bahwa dosa berakar pada rusaknya hubungan dengan Allah (16:9).

Roh
Roh mengungkapkan identitas Yesus (1:33-34) dan membawa orang kepada iman, yang disebut kelahiran baru (3:3-8). Roh kadang-kadang disebut sebagai Pembela atau Penasihat, karena Roh membawa manusia pada pemahaman yang lebih mendalam tentang siapa Yesus dan memberdayakan mereka dalam kesaksian (14:26; 15:26-27).

Dunia
Dunia diciptakan Tuhan melalui Firman, namun dunia menjadi terasing dari Tuhan dan tidak mengenal Penciptanya (1:10). Dunia memusuhi Tuhan, Kristus, dan umat beriman (15:18-19), namun Tuhan tetap mengasihi dunia, mengutus Kristus untuk menebusnya, dan mengutus para pengikut Kristus ke dalamnya untuk memberi kesaksian tentang kebenaran (3 :16; 17:18).

Hubungi kami

Pelayanan kami tidak mewajibkan biaya, karena pelayanan kami hanya membutuhkan dermawan

Terimakasih atas Emailnya!

Email: agustinus.aguspurwanto0505@gmail.com

Call: +62 821 4586 2051

WA: +62 812 9444 1224

​

Dompet Dermawan/Donasi:
A Agus Purwanto
Rekening: 3108545714
BCA Cabang Tomang, Jakarta

 

abc.jpeg
bottom of page